Pada umumnya sejak kecil,kita cenderung untuk selalu bertanya."Apa itu?" atau "Mengapa demikian?" "Dari mana asalnya itu?" "Apa artinya itu?"
Termasuk pertanyaan yang sulit dijawab seperti:"Mengapa kucing beranak sedangkan ayam bertelur?"Bahkan ketika dilarang untuk bertanya kita selalu bertanya:"Mengapa tidak boleh bertanya?"Lalu orang tua kita menjawab:'Karena kamu masih kecil!".Kita bertanya lagi"Tapi mengapa orang dewasa boleh dan anak kecil tidak boleh?" "Siapa yang mengatakannya?","Saya yang mengatakannya!"jawab orang tua kita."Tapi Mengapa tidak boleh?" "Pokoknya karena saya yang mengatakannya!"."Tapi Mengapa?"."Jangan tanya lagi!"."Titik!".Dengan otoritas seperti itu,mereka telah mematikan kecenderungan kita untuk selalu bertanya.Padahal kita bertanya karena kita tidak tahu dan kita ingin tahu,tidak ada maksud lain.Dan dengan demikian hilang dan lenyaplah keinginan kita untuk bertanya,mencari kebenaran.Yang terjadi selanjutnya adalah pembiasaan terus menerus,dan akhirnya sudah menjadi kebiasaan untuk tidak banyak bertanya.Kita diajar dan dididik untuk menerima segala sesuatu tanpa perlu mempertanyakannya.Akibatnya kita menjadi biasa dengan segala sesuatu disekitar kita,dan akhirnya tidak permah lagi ingin mempertanyakan semua hal itu.Begitulah semua menjadi biasa bagi kita.Tidak ada yang menarik untuk dipertanyakan karena sikap ertanya sudah dimatikan sejak sejak awal kehidupan.Hidup lalu menjadi sebuah tanda seru,dan bukan lagi tanda tanya. Hidup menjadi sebuah hal yang diberikan begitu saja tanpa perlu dipertanyakan lagi.
Senin, 05 November 2007
Langganan:
Postingan (Atom)